Tak Patuhi Protokol Kesehatan, Pemkab Akan Berikan Disanksi

Tak Patuhi Protokol Kesehatan, Pemkab Akan Berikan Disanksi
Bupati Lembata Eliaser Yentji Sunur

 

Lembatanews.com – Pemerintah Kabuoaten (Pemkab) Lembata kini telah melakukan penjadwalan ulang pelayanan kapal-kapal pelayaran rakyat (Pelra) yang selama ini melayani angkutan penumpang jalur Lewoleba – Larantuka juga kapal pelra yang melayani rute Lewoleba Boleng. Jika sebelumnya telah dibuka pelayanan selama sepekan, maka dengan dikeluarkannya ketentuan terbaru, kapal pelra hanya melayani selama lima hari, yakni pada Minggu sampai Kamis. Sedangkan pada Jumat dan Sabtu, tidak dilakukan pelayaran.

Selain menjadwal ulang pelayanan pelra, Pemkab Lembata juga mengimbau kepada seluruh operator pelra untuk selalu mematuhi ketentuan sesuai protokol kesehatan, yakni pembatasan jumlah penumpang hanya 50 persen dari kapasitas muat penumpang. Selain itu, mengatur jarak tempat duduk, serta mewajibkan nakhoda, semua anak buah kapal (ABK) dan penumoang mengenakan masker.

Unuk memastikan semua kapal pelra telah menjalankan semua ketentuan sesuai protokol kesehatan, maka pada Senin, 21 September 2020 Bupati Lembata Eliaser Yentji Sunur bersama jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah kapal pelra di Pelabuhan Lewoleba.

Bupati Lembata, Eliaser Yentji Sunur kepada wartawan usai sidak menjelaskan, sidak bersama jajaran Forkopimda dilakukan untuk mengetahui sejauh mana kesadaran warga untuk mengenakan masker dan menjaga jarak saat melakukan perjalanan menggunakan jasa kapal pelra.

Dari hasil pemantauan, terang Bupati Sunur, ternyata kapasitas angkut penumpang masih di bawah 50 persen dari kapasitas angkut sebagaimana disyaratkan. Hanya saja, dalam sudah ditemukan bahwa pada setiap tempat duduk belum diberikan tanda batas untuk tidak diduduki untuk mengatur jarak antar penumpang.

“Harusnya setiap tempat duduk yang biasanya untuk tiga orang diberi tanda jarak sehingga nanti menjadi hanya dua orang per tempat duduk. Ini yang belum dilakukan sehingga sudah kita sampaikan untuk segera dilakukan,” tegas Bupati Sunur.

Pihaknya memastikan agar protokol kesehatan bisa dijalankan dan setiap warga menjalankannya secara sadar. Sebab, tidak harus selalu diawasi oleh pemerintah. Masyarakat harus mulai sadar untuk membantu pemerintah bersama-sama mengendalikan penyebaran Covid-19.

Setelah sidak, lanjutnya, jika nanti masih ditemukan ada pelra yang tidak mematuhi ketentuan protokol kesehatan, maka akan dikenakan sanksi. Sanksi bisa sampai pada tahapan tidak diizinkan untuk berlayar.

Bagi armada pelra yang menjalankan ketentuan seauai protokol kesehatan, Pemkab akan memberikan reward yang disampaikan saat ulang tahun Otonomi Daerah Lembata pada 12 Oktober mendatang. (tim lembatanews)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *