Tak Terima Dituding Lakukan Intimidasi, Plt Kadis PMD Ajukan Pengunduran Diri

Tak Terima Dituding Lakukan Intimidasi, Plt Kadis PMD Ajukan Pengunduran Diri
Surat Pengunduran Diri Plt Kadis PMD Paskalis Yosep Setet

 

Lembatanews.com – Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarajat dan Desa (PMD) Kabupaten Lembata Paskalis Yosep Setet mengajukan surat pengunduran diri dari jabatannya. Ia mengundurkan diri dari jabatan karena merasa tak pernah mengancam dan mengintimidasi para kepala desa sebagaimana tudingan Plt Bupati Lembata Thomas Ola Langodai dalam rapat pamong praja terbatas di rumah jabatan bupati, kompleks eks kantor bupati, pada Selasa, 4 Agustus 2021 yang lalu.

Dalam surat pengunduran diri dengan Nomor 01/PYS/VIII/2021 tertanggal 5 Agustus 2021, yang ditujukan kepada Plt Bupati Lembata, Pace Punang, sapaan akrab Plt Kadis PMD menyampaikan pengunduran diri dari jabatan yang diembannya yakni sebagai Sekretaris sekaligus pelaksana tugas Kadis PMD.

Pengunduran diri itu dilakukan, karena setelah dituding mengancam dan mengintimidasi para kepala desa, ia tak pernah dipanggil untuk mengklarifikasi siapa dan kapan ia mengintimidasi.

“Dengan ini saya mengajukan pengunduran diri dari jabatan yang saya emban. Pengunduran diri ini semata-mata agar segala pelaksanaan tugas dan fungsi di bidang pemberdayaan masyarakat dan desa pada Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa dapat berjalan secara baik sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku”, tegas Pace Punang dalam suratnya itu.

Pace Punang mengaku tidak nyaman bekerja dalam situasi yang sarat dengan prasangka. Dia mengaku belum tahu menahu kapan dirinya melakukan intimidasi dan siapa yang diintimidasi.

“Selain mengurus desa, kami (PMD) juga mengurus PKK. Kalau kerja tidak becus memang saya marah. Ini semata-mata untuk memperbaiki kinerja staf bukan intimadasi untuk kepentingan pribadi saya. Saya bukan orang politik. Saya ini bekerja berdasarkan aturan,” kata Pace Punang.

Ia mengaku sempat menghadap Sekda Lembata Paskalis Ola Tapobali guna mencari jalan keluar “masalahnya” dengan PLT Bupati Lembata. “Saya juga tidak pernah dipanggil Pak PLT Bupati untuk klarifikasi”, jelasnya.

Namun, setelah mendapatkan arahan dari Sekda, ia mengaku tidak puas. Sehingga, ia lalu memilih untuk mengundurkan diri dari jabatan.

Permohonan mundur Pace Punang dari Plt Kadis PMD Lembata ini disampaikan pada saat Dinas PMD sedang dalam tahapan proses Pilkades serentak se-Lembata. Ada 144 desa di Kabupaten Lembata yang akan melaksanakan Pilkades secara bersamaan. Desa-desa sudah membentuk panitia Pemilihan Kepala Desa (Pilkades), dan sedang bersiap-siap untuk mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) Pilkades serentak.

Diberitakan sebelumnya, Pelaksana tugas (Plt) Bupati Lembata menuding Plt Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Lembata Paskalis Yosep Setet mengqncam kepala desa. Terhadap tudingan itu, Plt Kadis PMD mengaku bingung karena tak pernah mengancam para kepala desa.

Saat memimpin rapat pamong praja terbatas di rumah jabatan bupati lama, Selasa (2/8) lalu, Plt Bupati Lembata Thomas Ola Langodai mengatakan, ia mendengar bahwa Plt Kadis PMD mengancam para kepala desa. Karena itu, ia meminta untuk berhenti mengancam dan mengintimidasi para kepala desa.

“Jangan takut dengan bupati, sekda, kadis. Saya dengar PLT kadis PMD mengancam-mengancam orang. Hebat sekali. hentikan. Hentikan semua yang mengintimidasi masyarakat, staf dan masyarakat. Kalau sudah tidak saling menghargai, siapa lagi yang menghargai,” tegas Langodai. (tim lembatanews)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *