Tangkap Judi BG, Kasat Reskrim Akui Sulit Proses karena Tidak Ada Pemain yang Diamankan

Tangkap Judi BG, Kasat Reskrim Akui Sulit Proses karena Tidak Ada Pemain yang Diamankan

Lembatanews.com – Pada Rabu (2 Oktober 2019) pukul 23.00, aparat Kepolisian Resor (Polres) Lembata berhasil mrnggerebek judi bola guling (BG) di Kota Baru, Kecamatan Nubatukan, Kabupaten Lembata. Polisi berhasil mengamankan tiga orang yakni bandar, pemilik meja, dan konjak. Namun, kasus judi bola guling ini sulit untuk ditindaklanjuti dan diproses hukum karena dalam penggerebekan itu tidak ada pemain yang berhasil diamankan.

Demikian dikatakan Kasat Reskrim.Polres Lembata Iptu Komang Sukamara kepada wartawan di ruang kerjanya, Kamis (3 Oktober 2019).

Dia menjelaskan, penggerebekan judi bola guling di Kota Baru dilakukan atas laporan dari masyarakat. Setelah mndapatkan laporan, polisi langsung bergerak ke lokasi dan melakukan penggerebekan. Saat penggerebekan, polisi berhasil.mengamankan tiga orang pelaku.

“Tiga orang yang dimintai keterangan atas nama Silvester Pujo (bandar) Abdulah Rasyid (pengguling bola) dan Yosep Linus (konjak),” kata Sukamara.

Sefangkan barang bukti yang berhasil diamankan yakni satu unit meja BG, satu papan layar, waterpas, satu unit tas samping putih bintik hitam, satu lembar karung beras warna putih, satu tikar plastik warna merah, satu tas samping hitam penyimpn uang, satu unit HP Nokia, satu bedak Casions Babby, dan satu unit sepeda motor Yamaha Vixon tanpa STNKB.

Dari tangan para pelaku juga polisi bethasil mengamankan uang tunai sebesar Rp1,069 juta, yang terdiri atas pecahan Rp100 ribu sebanyak enam lembar, Pecahan Rp50 tibu satu lembar, pecahan Rp 20 ribu sebanyak 13 lembar, Rp. 10.000 sebanyak 13 lembar, pecahan Rp 5.000 empat lembar, pecahan Rp2.000 sebanyak rmpat lembar, dan pecahan Rp1.000 satu lembar.

Dikatakannya, pihaknya sudah memeriksa ketiga orang yang diamankan. Hanya saja, karena dalm.penggetebekan itu tanpa ada pemain yang berhasil diamankan, sehingga pihaknya akan terlebih dahulu berkoordinasi dengan kejaksaan apakah bisa dinaikkan atau tidak.

“Pemeriksaan masih ditindaklanjuti dan karena pemain saat kejadian belum ada karena baru mulai gelar alat dan ditangkap,” jelas Sukamara.

Menurutnya, jika permainan BG tanpa.prmain yang ikut diamankan makanan kesulitan dalam.pemhuktiannya. Permainan BG, lanjutnya, berbeda dengan judi kupon putih. Dalam BG, harus ada pemain, bandar dan uang taruhan. Namun, dalam.ksus ini pemainnya belum.ada karena mereka baru meletakan alatnya. Uang yang diamankan pun, merupakan uang yang ada di dalam tas, bukan uang yang ada di atas layar.

“Waktu penangkapan masih banyak tamu karena ada peringatan 100 hari meninggal. Pembuktian pada saat bermain, ada pemain ada bandar dan ada uang. Itu yang bisa ditetapkan jadi tersangka. Uang yang diamankan yang ada di dalam tas. Amankan dan lakukan penyelidiian. Tapi kalau bisa diproses ya diproses, masih dikoordinasikan dengan kejaksaan,” tegasnya.

Menyikapi kritik masyarakat yang menilai baru sekarang polisi menertibkan perjudian, Sukamara mengakui bahwa ia baru di Lembata dan setelah menjadi Kasat Reskrim, ia siap menindaklanjuti dan kalau ada laporan masyarakat terkait aktivitas perjudian akan langsung ditangkap.

“Kalau saat tangkap semua lengkap ya akan ditindaklanjuti dan diproses. Tapi kalau sebatas ada bandar dan hanya ada uang dan alat tidak bisa diproses karena tidak ada pemain. Sehingga ada peristiwanya lengkap,” urainya. (tim lembatanews)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *