Tanpa Singgahi Kantor Bupati, Bupati Aktif Dua Periode Dikuburkan di Kuma Resort

Tanpa Singgahi Kantor Bupati, Bupati Aktif Dua Periode Dikuburkan di Kuma Resort
Bupati Lembata Eliaser Yentji Sunur didampingi istrinya Yuni Damayanti saat menyerahkan cinderamata khas Lembata kepada Bupati Sumba Barat Daya dr Kornelis Kodi Mete dalam lawatannya untuk mengundang keikutsertaan di ajang ETMC.

 

Lembatanews.com – Bupati Lembata Eliaser Yentji Sunur yang meninggal dunia di Rumah Sakit Siloam Kupang pada Sabtu, 17 Juli 2021, pukul 16.15 mengakhiri masa tugasnya sebagai Bupati Lembata dua periode di penghujung masa akhir jabatannya yang tinggal 11 bulan. Menurut rencana, jenazah Bupati Eliaser Yentji Sunur dikuburkan di kediaman pribadinya di Kuma Resor, Desa Waijarang, Kecamatan Nubatukan, Kabupaten Lembata.

Dijadwalkan, jenazah diberangkatkan dari Kupang sekitar pukul 07.30, dan saat tiba di Bandar Udara Wunopito Lewoleba, jenazah akan langsung diantar ke Kuma Resor dan langsung dikebumikan dalam penerapan protokol kesehatan yang ketat. Jenazah Bupati Lembata dua periode ini tak berkesempatan menyinggahi kantor Bupati Lembata, tempatnya selama dua periode ini berkantor. Dari Bandara, jenazahnya akan langsung diarak menuju peristirahatannya yang terakhir di Kuma Resort, tempat ia tinggal dan menjadi rumah jabatan Bupati Lembata selama kepemimpinannya di periode kedua.

Wakil Bupati Lembata Thomas Ola Langodai kepada wartawan usai memimpin rapat koordinasi persiapan penjemputan dan pemakaman jenazah almarhum Bupati Lembata Eliyaser Yentji Sunur di rumah jabatan Wakil Bupati Lembata, Sabtu, 17 Juli 2021 malam tadi mengatakan, atas nama pribadi, keluarga, Forkopimda, Pemda, dan masyarakat Kabupaten Lembata menyampaikan dukacita mendalam atas meninggalnya Bupati Sabtu sore pukul 16.15 di RS Siloam. Pemda dan masyarakat merasa kehilangan seorang tokoh besar, seorang pemimpin, seorang negarawan, seorang politisi, Bupati Lembata dua periode. Beliau terkenal dengan kegigihannya dalam mempertahankan ide. Ia juga seorang seniman, menggagas sesuatu dengan unsur seni.

“Segenap masyarakat Lembata merasa kehilangan dalam masa jabatan sebagai Bupati Lembata periode kedua tahun keempat lebih dua bulan,” kata Wabup Thomas Ola.

Dikatakannya, Bupati Sunur meninggal di RS Siloam Kupang dan atas kerja sama d Ngan Gubernur NTT, Wakil Gubernur NTT, Sekda Provinsi dan pimpinan OPD provinsi dan keluarga, rencananya jenazah almarhum diterbangkan ke Lewoleba dengan protokol covid secara ketat ke Lewoleba.

Sesuai koordinasi dengan Pemerintah Provinsi NTT, jenazah diberangkatkan dari Kupang dan tiba pukul 08.30. prosesi penjemputan dari bandara langsung menuju peristirahatan terakhir di Kuma Resort.

“Di sana hanya keluarga dan Forkopimda yang diperbolehkan mengikuti prosesi pemakaman. Kami menghimbau kepada seluruh masyarakat Lembata, pimpinan OPD instansi vertikal dan horisontal menyatakan dukacita dengan menaikan bendera setengah tiang tiga hari mulai Minggu, Senin, dan Selasa sebagai bentuk penghormatan kepada beliau Bupati Lembata, pemimpin di kabupaten ini,” tegas Thomas Ola.

Kepada masyarakat, lanjutnya, disampaikan bahwa prosesi penjemputan, dan pemakaman menggunakan protokol covid sehingga masyarakat berada di rumah masing-masing mendoakan secara khusus peristirahatan kekal almarhum mengingat saat ini sedang dalam situasi covid dan pemberlakuan PPKM dan tidak diperkenankan memberikan penghormatan secara dekat di peti jenazah tapi dilakukan dari rumah masing-masing.

“Semoga beliau diampuni dosanya dan dilapangkan jalannya dan boleh beristirahat dalam damai. Keluarga yang ditinggalkan mendapatkan penghiburan iman. Kita yang lain boleh meneruskan perjuangan beliau dalam membangun Lembata ke depan. Tak perlu bertanya banyak mengapa meninggal dan mengapa sakit. Pemda Lembata bersama forkopimda dan semua instansi akan bersatu padu melanjutkan ide dan gagasan serta perjuangan beliau dalam membangun Lembata ke depan,” tegasnya.

Dikuburkan Secara Islam
Wabup Langodai mengatakan, sebagai orang Lembata tentunya tahu bahwa almarhum terakhir memeluk agama Islam dan pertanyaan soal agama sudah diketahui jawabannya. Terkait upacara penguburan, sesuai kesepakatan keluarga dan Pemda maka almarhum dimakamkan sesuai tradisi agama Islam sebagaimana agama yang dianutnya terakhir.

“Kita semua tahu beliau terakhir beragama Islam dan prosesi terakhir dengan agama Islam,” katanya.

Untuk pemakaman, katanya, masyarakat Lembata mengikuti protokol covid dan pemakaman hanya dihadiri keluarga inti, istri anak dan om, dan sangat terbatas dan dihadiri Forkopimda. Pimpinan OPD dan instansi vertikal lainnya diminta berada di rumah masing-masing dan mengikuti secara live streaming dan dishare link oleh Pemda.

Kapolres Lembata AKBP Yoce Marthen menambahkan, terkait pengamanan mulai penjemputan, perarakan menuju lokasi penguburan, hingga acara penguburan, akan dilakukan oleh jajaran Polres dan TNI.

Ia juga menghimbau masyarakat Lembata untuk ikut berbelasungkawa dari rumah masing-masing.

“Kami akan jaga di beberapa tempat terutama di bandara agar semua rangkaian penerimaan sampai pemakaman dapat dilaksanakan dengan baik,” kata Yoce Marthen.

Ia juga mengatakan bahwa satu hal yang perlu dipahami, kegiatan ini sudah dikoordinasikan dan dijalankan dengan pemerintah provinsi baik dari sisi keselamatan, savety dan benar-benar aman dan akan dilanjutkan dari bandara sampai pemakaman dilaksanakan dalam protokol kesehatan.

“Mohon bantuan agar disampaikan kepada masyarakat. Walu kehilangan dan berduka tapi Lembata dalam situasi pandemi covid dan masih laksanakan PPKM dan imbau berdoa dan mendoakan beliau cukup dari rumah. Biarkan panitia yang melaksanakan dapat menjalankan prosesi pemakaman beliau,” imbau Yoce Marthen.

Sekretaris Daerah (Sekda) Lembata Paskalis Ola Tapobali mengatakan, penguburan dilaksanakan secara semi protokoloer dipimpin Wakil Bupati Lembata. Hanya dilakukan penghormatan terakhir di saat penguburan. Sedangkan penjemputan di bandara tanpa tata cara protokoler resmi.

“Pergeseran dari bandara Forkopimda mendahului baru jenazah mengikuti dari belakang,” katanya.

Hadir dalam rapat koordinasi yang dipimpin Wakil Bupati Lembata Thomas Ola Langodai, selain Kapolres Lembata AKBP Yoce Marthen, hadir pula Kepala Kejaksaan Negeri Lembata Ridwan Angsar, Perwira Penghubung Kodim Flotim, Sekda Lembata Paskalis Ola Tapobali, sejumlah pimpinan OPD, di antaranya Kadis PUPR Aloysius Muli Kedang, Kadis Perizinan Terpadu Satu Pintu Iren Suciadi, Kadis Kesehatan drh Mathias AK Beyeng, Kabag Protokol dan Komunikasi Pimpinan Piter Ryung, Kabag Umum Ignasius Ile, dan Wakil Ketua DPRD Lembata Begu Ibrahim. Hadir mewakili keluarga dr Jimmy Sunur. (tim lembatanews)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *