Target PAD Stagnan, Fraksi Golkar Nilai Pemerintah hanya Pasrah dan Minim Kreativitas

Target PAD Stagnan, Fraksi Golkar Nilai Pemerintah hanya Pasrah dan Minim Kreativitas
Rapat penyampaian pemandangan umum fraksi-fraksi DPRD Lembata di ruang rapat utama gedung Peten Ina, Senin, 22 November 2021.

 

Lembatanews.com – Target pendapatan asli daerah (PAD) Tahun Anggaran 2022 sebesar Rp62,60 miliar dan masih sama dengan target Peru agan APBD 2021, pemeri Tah Dinilai pasrah dan minim kreativitas. Pemeri Tah juga dianggap tidak memiliki gebrakan dalam upaya meningkatkan PAD secara signifikan.

Hal itu ditegaskan Fraksi Partai Golkar DPRD Lembata dalam pemandangan umum fraksi yang disampaikan juru bicara Abubakar Sulang dalam paripurna DPRD Lembata, Senin, 22 November 2021.

Selain menyoroti target PAD Tahun Anggaran 2022, Fraksi Partai Golkar juga menilai pemerintah tidak memiliki gebrakan dalam meningkatkan PAD. Hal itu ditunjukkan dengan capaian PAD hingga 15 November 2021 baru mencapai angka Rp29,07 miliar atau 46,44 persen dari target PAD sebesar Rp62,60 miliar.

“Sanggupkah pemerintah merealisasikan sisa realisasi sebesar Rp33,53 miliar atau 53,56 persen dengan tenggang waktu ya g tersisa 40 hari,” tegas Abubakar.

Terkait belanja daerah Tahun Anggaran 2022 yang mencapai Rp1,01 triliun, Fraksi Golkar memberikan apresiasi karena untuk pertama kalinya sejak otonomi daerah belanja melampaui angka Rp1 triliun.

Hanya saja, pemerintah diingatkan agar tidak terlena karena realisasi belanja daerah pada perubahan APBD 2021 baru mencapai Rp544,59 miliar atau 60,15 persen dari pagu anggaran sebesar Rp905,30 miliar

Fraksi Golkar, kata Abubakar, mengharapkan agar besaran kebijakan anggaran mencapai Rp1 triliun harus mampu memiliki aspek keampuhan untuk pemulihan ekonomi daerah, mengurangi angka kemiskinan, meningkatkan indeks pembangunan manusia Lembata, dan peka terhadap kontrol sosial

Terhadap pagu belanja operasi Tahun Anggaran 2022 sebesar Rp549,93 miliar, lebih tinggi Rp34,85 miliar atau naik 6,77 persen dari total belanja operasi pada perubahan APBD 2021, fraksi meminta Badan Anggaran dan TAPD melakukan rasionalisasi belanja operasi untuk dialokasikan pada belanja publik untuk memenuhi harapan masyarakat yang belum tersedia anggarannya.

Sementara Fraksi PDIP dalam pemandangan umum fraksi yang disampaikan Ketua Fraksi PDIP Yeremias Huraq merasa cemas dan khawatir terhadap penurunan target PAD. Menurut Fraksi PDIP, harus ada langkah berani yang dilakukan pemerintah untuk menggali sumber-sumber pendapatan secara luas guna peningkatan PAD.

Sedangkan terkait target belanja daerah yang mencapai Rp1 triliun, Fraksi PDIP mengharapkan agar dalam implementasinya menerapkan kebijakan basic spanding agar benar-benar dilaksanakan untuk memacu kinerja setiap OPD.

Pemerintah juga diminta segera memperbaiki tata kelola keuangan daerah khususnya perencanaan APBD 2022agar bisa mengimplementasikan keterpaduan, konsistensi, dan sinkronisasi dalam perencanaan antar-OPD, relevan program kegiatan dengan permasalahan atau peluang yang dihadapi serta potensi yang dimiliki. (tim lembatanews)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *