Thomas Ola, Sisa Waktu Kepemimpinan, Banyak Langkah Besar yang Harus Dilakukan

Thomas Ola, Sisa Waktu Kepemimpinan, Banyak Langkah Besar yang Harus Dilakukan
Petugas pengibar bendera Merah Putih mengibarkan bendera pada upacara peri gatan HUT ke-76 Kemerdekaan Indonesia, Selasa 17 Agustus 2021 di halaman kantor Bupati Lembata.

 

Lembatanews.com – Dalam sisa waktu yang ada, masih banyak langkah-langkah besar yang harus dilakukan untuk membangun Lembata Sejahtera dan Produktif yang dicita-citakan. Target pemerintah bukan hanya lepas dari pandemi dan krisis. Krisis memberikan momentum untuk mengejar ketertinggalan. Oleh karena itu, langkah yang dilakukan adalah melakukan lompatan besar, melaksanakan strategi besar untuk pecahkan bersama masalah fundamental yang dihadapi. Konsentrasi dalam sisa waktu ini adalah memperbaiki sistem kerja, memperkuat birokrasi berbasis merit system secara bertahap, melanjutkan prioritas
penataan kota, dan memperbaiki kualitas pelayanan publik melalui penegakan nilai-
nilai etika dan integritas.

Demikian penegasan Pelaksana tugas (Plt) Bupati Lembata Thomas Ola Langodai dalam sambutannya saat memimpin apel perdana peringatan HUT ke-76 Kemerdekaan Indonesia di halaman kantor Bupati Lembata, Selasa, 17 Agustus 2021.

Dikatakannya, birokrasi pemerintah merupakan suatu sistem yang terstruktur, dan di dalamnya merupakan cara atau strategi dalam mengimplementasikan kebijakan pemerintah, terutama yang berorientasi pada pelayanan publik. Dengan adanya birokrasi yang baik, maka dapat menciptakan pelayanan publik yang baik pula. Oleh karena itu, para birokrat dalam pelaksanaan kerjanya, tidak boleh terintegrasi dengan keadaan politik di lingkungan kerjanya, yang dapat mengganggu profesionalisme
pelayanan dan menghambat upaya penyelesaian permasalahan publik.

Pada aspek penataan kota, lanjut Thomas Ola, Lembata memiliki tiga koridor menuju ke Pusat Kota, dengan Lewoleba sebagai koridor utama. Oleh karenanya sentuhan prioritas program pada RPJMD tahun terakhir akan mengutamakan penataan Kota Lewoleba, dan infrastruktur menuju pusat-pusat kegiatan masyarakat yang belum tertangani secara maksimal.

Sementara itu, urainya, perbaikan kualitas pelayanan publik difokuskan pada mengurai benang kusut permasalahan publik dominan seperti upaya menjaga ketersediaan pasokan BBM, baik yang bersubsidi maupun nonsubsidi, pelayanan kepelabuhanan, penanganan persoalan pengungsi dan upaya relokasi warga terdampak banjir bandang dan erupsi gunung Ile Lewotolok, termasuk menata kembali manajemen aset daerah secara tepat sasaran, tepat manfaat, dan tepat kelola untuk pemenuhan kebutuhan masyarakat dan memiliki nilai tambah bagi kemandirian fiskal daerah.

“Sebentar lagi kita akan melaksanakan Pilkades di Kabupaten Lembata yang sesuai jadwal, proses pemilihan akan dilakukan secara serentak pada 8 November 2021 yang akan datang. Saat ini tengah berlangsung berbagai tahapan persiapan,
yang dapat memantik konflik horisontal, gangguan kamtibmas, dan kerawanan sosial. Saya mengajak kita semua, para Panitia Pilkades Serentak pada setiap tingkatan, para calon yang akan berkompetisi, aparat keamanan dan Linmas, seluruh warga masyarakat di Desa, agar tetap menjaga
situasi dan kondisi untuk menciptakan iklim yang kondusif bagi seluruh tahapan yang ada hingga proses pelantikan kepala desa terpilih nantinya. Mari kita secara serentak dan serempak melakukan transformasi dan mengambil strategi baru untuk kemajuan yang signifikan menjadikan Lembata Produktif,” tegas Thomas Ola.

Pada bagian lain sambutannya, Thomas Ola mengatakan, pandemi COVID-19 telah mendisrupsi dan membawa dampak yang luar biasa bagi sendi-sendi kehidupan ekonomi dan relasi sosial kemasyarakatan pada berbagai negara terdampak termasuk Indonesia. Kasus aktif di dunia dengan jumlah kematian masih terus meningkat dengan munculnya berbagai varian baru COVID-19. Untuk itu, Pemerintah tidak bosan-bosannya mengajak semua pihak agar selalu mengedepankan protokol kesehatan di manapun berada, dan menjadikan penanganan Covid-19 menjadi upaya bersama terutama dalam memutus mata rantai penyebarannya.

Krisis kesehatan yang berdampak pada perekonomian nasional saat ini menyebabkan seluruh komponen bangsa tidak mampu menggerakkan seluruh sumber daya yang dimiliki ecara maksimal. Pemerintah hadir sebagai pilar utama penggerak perekonomian bangsa. Pada tataran lokal, konsep pemulihan dampak ekonomi dilaksanakan secara terpadu multisektor dengan berbagai pembenahan internal untuk memperkuat sistem pelayanan publik. Kebijakan pemulihan ekonomi daerah akan meraih sukses jika didukung eksosistem daerah yang kondusif, kolaboratif, produktif dan inovatif.

“Di bawah tema “Indonesia Tangguh, Indonesia Tumbuh – Lembata Produktif” maka harus bangkit melakukan lompatan-lompatan kemajuan. Ketahanan pangan tetap dijaga bersama untuk menjamin kelancaran pasokan dari
hulu produksi sampai hilir distribusi. Jika serius berbenah bersama, saya yakin akan mampu melakukan lompatan-lompatan kemajuan secara signifikan. Kecepatan dalam meraih cita-cita adalah peran besama. Ke depan yang dibutuhkan adalah inovasi-inovasi di semua sektor dan industrialisasi yang membalik ketidakmungkinan menjadi peluang, yang membuat kelemahan menjadi kekuatan dan keunggulan, yang membuat keterbatasan menjadi keberlimpahan, yang mengubah kesulitan menjadi kemampuan, yang mengubah tidak berharga menjadi bernilai untuk rakyat dan bangsa,” kata Thomas Ola.

Ia menambahkan, tahun depan merupakan tahun terakhir pelaksanaan RPJMD Kabupaten Lembata Tahun 2017 – 2022. Peringatan kemerdekaan Indonesia bersama mendiang Eliyaser Yentji Sunur, Bupati Lembata periode 2017 – 2022, karena ia telah lebih dahulu berpulang ke pangkuan Yang Ilahi, ke rumah abadi Bapa di Sorga. Sebagai pendamping almarhum dalam suksesi yang lalu, ia harus mengemban tugas mulia, mengambil alih estafet
untuk melanjutkan sisa kepemimpinan,
mengantar dan menyelesaikan program-program prioritas RPJMD yang belum terselesaikan. Banyak hal yang telah dibuat dan menggapai sukses, namun masih ada juga yang perlu percepatan dan pembenahan di sisa waktu kepemimpinan politik ini.

Karena itu, atas nama Pemerintah Daerah, ia menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat Lembata, jika selama kepemimpinan, banyak kebijakan yang tidak populis, yang kontroversi dan distorsi, yang telah menimbulkan gesekan, menyulut amarah, dendam, dan bullying. Namun sejatinya, kebahagiaan masyarakat-lah tujuan utamanya. Oleh karena itu, ia mengajak semua elemen, untuk kembali menggairahkan pemerintahan dengan menggemakan spirit taan to’u, membangun kembali prinsip keterbukaan dan kejujuran dalam melayani, mencegah tindakan melukai satu sama lain, dan bersedia berpartisipasi dalam membentuk masa depan Lembata.

Menjelang akhir masa jabatan, lanjutnya, satu sukses besar yang juga merupakan salah satu inovasi dalam RPJMD Tahun 2017 – 2022 adalah pencapaian predikat Wajar Tanpa Pengecualian oleh BPK atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Tahun 2020. Sebuah kerinduan kolektif, yang baru pertama kali diperoleh selama 17 tahun dalam masa penantian dan perjuangan, sejak diberlakukannya UU Nomor 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggungjawab Keuangan Negara. (tim lembatanews)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *