Thomas Ola Tuding Ada Pihak Berupaya Hambat Pelantikan Dirinya Jadi Bupati

Thomas Ola Tuding Ada Pihak Berupaya Hambat Pelantikan Dirinya Jadi Bupati
Pertemuan tokoh masyarakat dengan Plt Bupati Lembata Thomas Ola Langodai di rumah jabatan Bupati Lembata, kompleks eks kantor bupati, Selasa, 18 Agustus 2021.

Lembatanews.com – Pelaksana tugas (Plt) Bupati Lembata Thomas Ola Langodai menegaskan, saat ini ada pihak yang berupaya mau menghalangi pelantikan dirinya menjadi Bupati Lembata definitif menggantikan almarhum Eliaser Yentji Sunur. Terhadap upaya-upaya itu, ia mengaku tak memperdulikannya.

“Ada yang mau halangi pelantika tidak soal. Mau Lantik atau tidak saya tidak peduli. Tapi prinsip saya saat ini saya jalankan tugas-tugas Bupati,” tegas Thomas Ola saat bertatap muka dengan tokoh masyarakat Lembata di rumah jabatan Bupati Lembata, kompleks eks kantor bupati, Rabu, 18 Agustus 2021.

Karena itu, ia meminta dukungan dari para tokoh masyarakat selama ia menjalankan tugas selama sembilan bulan sepuluh hari untuk bisa meletakan dasar pembangunan pada nilai adat, nilai budaya, nilai agama, dan kearifan lokal. Ia berkeyakinan, saat ini ada tangan tidak kentara ya g selalu membantu.

“Saya ingin tata dari birokrasi. Birokrasi sebagai mesin pembangunan, mesin pelayanan publik,” kata Thomas Ola.

Ia mengatakan, saat ini terdapat 500-an jabatan struktural. Dari jumlah itu, terdapat 100 lebih jabatan yang lowong. “Bagaimana roda bisa digerakkan kalau lowong. Mau turun kandas, mau naik juga tidak bisa. Setelah tim evaluasi kinerja dan menata, dan tiba saat pemerintah pusat izin bisa mutasi dan lelang (jabatan) mohon jangan saya disalahkan. Salahkan regulasi, salahkan aturan, salahkan UU, salahkan Pempus, Menteri, dan Perda. Jangan salahkan saya karena saya ingin tegakan aturan,” tegasnya.

Sehingga, jika nanti harus ada yang non job, jangan lagi ia disalahkan tetapi salahkan ke aturan. Sebab, dalam proses itu, ia tak memandang agama, dan asal usul, tetapi yang dikedepankan adalah kualifikasi, pendidikan formal, kompetensi, pangkat, dan jabatan, dan golongan.

Ia akan lebih mengedepankan kompetensi, baik kompetensi manajerial, kompetensi bidang, akan dicek jumlah istri, punya temuan atau tidak, ada tidaknya pengaduan dari masyarakat terhadap pejabat bersangkutan.

“Jangan bertanya kenapa bupati menonjobkan. Bukan. Tapi kualifikasi, kompetensi yang menonjobkan mereka,” kata Thomas Ola.

Ia mengaku sudah memberitahukan rencana itu kepada Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) dalam penataan birokrasi. “Saya sudah bilang KASN, jika mau Lembata rusak, biarkan kami pakai orang-orang ini. Tapi kalau mau agar tata birokrasi, maka izinkan untuk tidak pakai orang-orang ini,” paparnya dan menambahkan, “Saya beritahu Pak Sekda dan Asisten, kalau tidak hargai saya sebagai Bupati tidak apa, tapi hargai kompetensi keilmuan saya. Kompetensi keilmuan saya mengajarkan kejujuran, bermoral. Itulah integritas diri yang tidak bisa dibeli dengan uang,” tegas Thomas Ola. (tim lembatanews)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *