Tim Keselamatan Lakukan Swab Test Pengungsi di Rumah Penduduk

Tim Keselamatan Lakukan Swab Test Pengungsi di Rumah Penduduk
Tim Keselamatan sedang melakukan swab test terhadap pengungsi korban erupsi Gunung Api Ile Lewotolok, Senin, 7 Desember 2020.

Lembatanews.com – Mengantisipasi penyebaran Covid-19 dan penyakit malaria di kalangan pengungsi korban erupsi Gunung Api Ile Lewotolok, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lembata melalui Tim Keselamatan melakukan swab test dan rapid malaria terhadap para pengungsi. Setelah sebelumnya melakukan rapid test pengungsi yang ditampung di posko utama, maka mulai Senin, 7 Desember 2020, Tim Keselamatan melakukan swab test dan rapid malaria terhadap pengungsi yang tersebar di rumah-rumah penduduk.

Pantauan lembatanews.com, Tim Keselamatan di bawah pimpinan Direktur RSUD Lewoleba dr Bernard Beda dan didampingi anggota Komisi 3 DPRD Lembata Petrus Bala Wukak, mulai mendatangi rumah penduduk yang menampung pengungsi.

Para petugas medis tampak berpakaian hazmat lengkap mendatangi rumah penduduk yang menampung para pengungsi. Tim mengawali pemeriksaan di rumah Abraham Lein di Lamahora, Kelurahan Lewoleba Timur.

Di rumah Abraham Lein, sebanyak 11 orang berhasil menjalani swab test dan rapid malaria.

Setelah selesai dari rumah Abraham Leon, tim kemudian bergerak menuju rumah Fredi Mado, juga di Kelurahan Lewoleba Timur.

Dari total 72 jiwa yang ditampung di rumah ini, sebanyak 31 orang yang berhasil menjalani swab test dan rapid malaria.

Ketua tim dr Bernard Beda menjelaskan, pemeriksaan menyasar semua rumah yang menampung pengungsi. Setelah hari ini, akan dilanjutkan Selasa, 8 Desember 2020 diawali breefing tim sebelum turun melakukan swab test dan rapid malaria.

Langkah tersebut, lanjutnya, dilakukan dalam uoaya pemerintah memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di Kabupaten Lembata yang hingga kini sudah mencapai 33 kasus, dan satu di antaranya sudah sembuh. (tim lembatanews)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *