Pertemuan Forum PRB, Hasilkan Sembilan Rekomendasi, Salah Satunya Dorong Lock Down Terbatas

Pertemuan Forum PRB, Hasilkan Sembilan Rekomendasi, Salah Satunya Dorong Lock Down Terbatas
 Suasana pertemuan Tim Relawan Edukasi Covid-19 Forum PRB Kabupaten Lembata di Rujab Wakil Bupati Lembata, Rabu, 25 Maret 2020.

 

Lembatanews.com – Forum Pengurangan Risiko Bencana (PRB) Kabupaten Lembata dalam pertemuannya bersama Tim Relawan Edukasi Covid-19 dan Wakil Bupati Lembata Thomas Ola Langodai  di rumah jabatan Wakil Bupati Lembata, Rabu, 25 Maret 2020 menghasilkan sembilan rekomendasi.

Inilah sembilan rekomendasi yang dihasilkan Tim Relawan Edukasi Covid-19 dan Forum PRB Kabupaten Lembata.
1. Mendorong Pemkab Lembata melakukan lock down terbatas terhadap masuknya barang dan orang  secara ketat.
2. Penindakan tegas terhadap anak sekolah yang telah dirumahkan namun.masih berkeliaran dan berkumpul.
3. Edukasi ke masyarakat secara rutin dan kontinu menggunakan berbagai media baik toa desa, toa kota, dan media sosial.
4. Ketersediaan peralatan pemeriksaan dan peralatan.oenyemprotan disinfektan.
5. Ketersediaan alat pelindung diri (APD) lengkap u tuk petugas kesehatan.
6. Memperkuat rantai komando sampai ke levell kecamatan.desa, lembaga agama, kesehatan hingga ke bidan desa dan kader posyandu.yang dimulai dari posko induk.
7. Angggaran yakni mendorong segera dikeluarkannya anggaran daerah sesuai petunjuk Permendagri Nomor 20 Tahun 2020, juga anggaran desa untuk pencegahan.
8. Tim khusus penanganan dan pengawasan ODP, PDP dan suspec di kabupaten dan puskesmas.
9. Menyiapkan skenario khusus penanganan jika Lembata sudah ada pasien.positif Covid-19.

Anton Molan Leumara, anggota DPRD Lembata yang hadir dalam.pertemuan itu mengatakan, yang jadi fokus perhatian saat ini adalah mencari jalan untuk  lock down. Sehingga, jika lock down memungkinkan tinggal dipikirkan langkah lanjutannya.

Sebab, tegas Leumara, kalau akses keluar masuk masih terbuka maka sulit membendung keluar masuknya orang dan barang.

“Jadi saya pikir, perlu dilakukan lock down,” tegasnya.

Ia juga mengaku bersyukur Forum PRB bisa menginisiasi pertemuan untuk membicarakan persoalan Covid-19. Sebab, lanjutnya, sejauh ini ia belum mendengar Forkopimda Lembata duduk bersama membicarakan persoalan Covid-19. Padahal, Forkopimda mendapatkan honor yang sangat besar dari APBD.

Ia berharap, setelah menggelar diskusi ini maka.labgkah selanjutnya adalah eksekusi dan pemerintah wajib memfasilitasi forum ini.

Wakil Bupati Lembata Thomas Ola Langodai mengatakan, untuk lock down tidak bisa dilakukan sepihak oleh Pemkab Lembata, tetapi harus diusulkan ke Pemerintah Pusat. Karena itu, jika memungkinkan maka akan dibicarakan lebih lanjut untuk mendorong dilakukannya lock down terbatas di Kabupaten Lembata.

Apalagi, lanjutnya, mulai 1-15 April, penerbangan Trans Nusa dari dan ke Kupang ditutup. Itu berarti, pesawat praktis tak masuk ke Lembata. Dengan demikian, tinggal melakukan penutupan untuk kapal Pelni agar tak masuk. Sedangkan kapal barang masih bisa diperbolehkan masuk karena ABK jumlahnya terbatas sehingga mudah dilakukan pemeriksaan dan jika ada ABK yang terindikasi bisa lebih mudah ditangani.

Sementara itu, Ketua Forum PRB Kabuoaten Lembata Andri Koban mengatakan, perlu diatur prosedur ketat terkait kedatangan orang. Pembatasan masuknya orang, orangtua dan anak anak keluar dan masuk.

“Ketika orang masuk diikuti prosedur yang kuat, dari kapal sampai di desa dan di desa buat apa itu yang belum dibicarakan. Orang yang datang wajib dikarantina 14 hari,” tegasnya.

Dikatakannya, pemerintah diminta melakukan lock down terbatas dan melarang masuknya kapal penumpang. Sdangkan kapal barang karena hanya ABK maka diperbolehkan dengan ketentuan harus diikuti penyemprotan disinfektan pada ABK dan barang sehingga perkuat di pencegahan.

“Orang yang dari luar wajib diisolasi selama 14 hari dan bagaimana dari datang sampai di rumah dikarantina, itu yang harus diperhatikan,” tegasnya.

Ia juga mengajak warga Lembata yang ingin bergabung dalam tim relawan untuk bisa mendaftar dan mengikuti pembekalan sebelum diterjunkan melakukan edukasi terkait Covid-19. (tim lembatanews)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *