Tren Kasus Meningkat, Alokasi Anggaran HIV/Aids di Lembata Sangat Minim

Tren Kasus Meningkat, Alokasi Anggaran HIV/Aids di Lembata Sangat Minim

Lembatanews.com – Tren peningkatan kasus HIV/Aids di Kabupaten Lembata, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mengalami peningkatan di atas sepuluh kasus per tahun. Peningkatan kasus itu berkat pemeriksaan rutin yang dilakukan Komisi Penanggulangan Aids Daerah (KPAD) Kabupaten Lembata. Sayangnya, backup dana untuk menunjang upaya penanganan kasus HIV/Aids di Lembata sejauh ini masih sangat minim.

Hal itu dikemukakan Pengelola Program Kornelia Nugi Baon dan Yovita Liko,
Pengelola Administrasi dan Keuangan KPAD Lembata menjawab media ini, Kamis (3 September 2019).

Kornelia menjelaskan, dari sisi anggaran, penganggaran untuk penanggulangan HIV/Aids yang masih sangat kurang. Untuk 2019 ini pemerintah hanya mengalokasikan Rp150 juta. Dana itu untuk.membiayai seluruh kegiatan termasuk honor KPAD.

Dengan alokasi dan yang demikian jelas sangat kurang. Apalagi, saat ini KPAD mulai rutin turun melakukan sosialisasi dan pemeriksaan kesehatan yang harus melibatkan tenaga kesehatan.

“Sejauh ini Rp150 juta. Sejauh ini paling mentok Rp175 juta dan turun.lagi. Jadi sangat minim untuk satu kabupaten dengan sembilan kecamatan,” jelas Kornelia.

Idealnya, lanjut dia, untuk penanganan seluruh kegiatan dan pendampingan ODHA, dibutuhkan dana sebesar Rp600 juta. Jika dialokasikan dan sebesar itu, ia yakin penanganan Aids bisa dilakukan secara lebih baik.

Dijelaskannya, bantuan ke ODHA (orang dengan HIV/Aids) yang kurang mampu juga sangat minim selama ini.

Hingga Agustus 2019, jumlah kasus HIV/Aids di Kabupaten Lembata sebanyak 27, tahun 2018 sebanyak 66 kasus, 2017 sebanyak 53, dan 2016 sebanyak 49 kasus. (tim lembatanews)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *