Tujuh Mahasiswa Dikarantina di Puskesmas Lewoleba di Desa Pada

Tujuh Mahasiswa Dikarantina di Puskesmas Lewoleba di Desa Pada
Bupati Lembata Eliaser Yentji Sunur didampingi Ketua Tim Penggerak PKk Kabupaten Lembata Yuni Damayanti foto bersama Camat Lebatukan, Kades Hadakewa dan pimpinan serta staf Puskesmas Hadakewa dalam kunjungan, Kamis, 16 April 2020.

 

Lembatanews.com – Sebanyak tujuh orang mahasiswa yang sebelumnya sempat dijemput di desa Babokerong, Kecamatan Nubatukan, Kabupaten Lenbata dan dikembalikan untuk menjalani karantina mandiri di rumah akhirnya kembali dijemput untuk menjalani karantina terpusat di gedung baru Puskesmas Lewoleba, di Desa Pada, Kecamatan Nubatukan.

Bupati Lembata Eliaser Yentji Sunur menjawab wartawan saat mengunjungi Puskesmas Hadakewa di Kecamatan Lebatukan dan Puskesmas Waipukang di Kecamatan Ile Ape, Kamis, 16 April 2020 menjelaskan, dikarantinanya para mahasiswa itu setelah warga Desa Pada menyetujui Puskesmas Lewoleba di Desa Pada dijadikan tempat karantina.

Bupati sedang berdialog dengan Kepala Puskesmas Hadakewa dalam kunjungan pada Kamis, 16 April 2020.

 

Setelah blokade menuju lokasi karantina dibuka warga, tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Lembata dipimpin Kepala Seksi Karantina dan Isolasi Apolonaris Mayan pada Rabu, 15 April 2020 malam langsung menjemput tujuh mahasiswa dari rumah masing-masing untuk menjalani karantina terpusat.

Saat ini, lanjutnya, tim juga masih mengkaji laporan masyarakat terkait ODP yang menjalani karantina mandiri di rumah. Jika dalam masa karantina mandiri mereka tidak disiplin, maka tim akan menjemput untuk dikarantina secara terpusat.

Saat meninjau Puskesmas Waipukang, Bupati Sunur juga meminta kepala puskesmas dan Camat Ile Ape Stanis Kebesa untuk memantau ODP yang menjalani karantina mandiri di rumah. Ia harus diarahkan untuk menghindari kontak dengan keluarga dan warga sekitar.

“Tapi kalau dia masih keluar pesiar dan bermain dengan keluarga, saya akan perintahkan tim turun dengan ambulans dan pakaian lengkap untuk jemput, biar masyarakat tahu,” tegas Bupati Sunur. (tim lembatanews)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *