Tujuh Pelaku Perjalanan dengan Hasil Rapid Test Positif Diisolasi di Rumah Karantina Pada

Tujuh Pelaku Perjalanan dengan Hasil Rapid Test Positif Diisolasi di Rumah Karantina Pada
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lembata dr Lucia Shandra

 

Lembatanews.com – Setelah sebelumnya enam pelaku perjalanan dinyatakan positif sesuai hasil rapid test, maka berdasarkan hasil rapid test pada Selasa, 28 April 2020, satu lagi pelaku perjalanan dari Malaysia yang menjalani rapid test kedua hasilnya positif. Saat ini ketujuh pelaku perjalanan positif hasil rapid test itu menjalani masa isolasi di rumah karantina, Puskesmas Lewoleba di Desa Pada, Kecamatan Nubatukan, Kabupaten Lembata.

Demikian dijelaskan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lembata dr Lucia Shandra kepada lembatanews.com, Rabu, 29 April 2020.

Dia mengatakan, pelaku perjalanan dengan riwayat perjalanan dari Malaysia, Balikpapan, Jakarta, Bali, Maumere, Larantuka dan menumpang feri ke Lewoleba itu berasal dari Kecamatan Atadei.

Sebelumnya, pada rapid test pertama, hasilnya negatif. Dan setelah menjalani masa karantina di rumah karantina Pada, dan menjalani tes kedua dan hasil rapid test-nya positif.

Setelah menjalani rapid test hasilnya positif. Pria asal Kecamatan Atadei itu kini diisolasi di rumah karantina, Puskesmas Lewoleba di Desa Pada, Kecamatan Nubatukan, Kabupaten Lembata.

“Protokol kesehatan harus benar-benar ditaati. Komunikasi dengan keluarga boleh, tapi harus jaga jarak, gunakan masker dan rajin cuci tangan,” tegas Lucia.

Menurutnya, bagibyang positif rapid test maupun swab, tak seharusnya diisaasi didrumah sakit  mereka dapat juga menjalani isolasi mandiri di rumah. Untuk itu, keluargs harus menyiapkan peralatan makan dan minum.sendiri, perlengkapan mandi dan cuci sendiri, dan harus menjamin bahwa tidak akan ke.mana-mana dan mentaati protokol kesehatan mencuci tangan, menggunakan masker, dan menjaga jarak.

Menurutnya, dengan dirawat atau diisolasi.mandiri di rumah, mereka bisa berkumpul bersama keluarga, bisa mendapatkan asupan makan dan minum yang baik, buah-buahan dan vitamin yang dapat mempercepat proses kesembuhan.

“Daripada mereka harus menjalani isolasi di rumah sakit, bisa menyebabkan stres dan memperlambat proses penyembuhan bahkan bisa semakin drop,” tandasnya. (tim Lembatanews)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *