Tumpahan Minyak Resahkan Warga, Otoritas Pelabuhan Klaim Bukan Tumpahan Minyak

Tumpahan Minyak Resahkan Warga, Otoritas Pelabuhan Klaim Bukan Tumpahan Minyak
Laut di kolam labuh Pelabuhan Lewoleba yang mulai tampak dipenuhi minyak luberan dari kapal. Gambar diabadikan Jumat (3 Januari 2019).foto Lembatanews.

 

Lembatanews.com – Tenggelamnya KM Shinpo 16 di kolam labuh Pelabuhan Lewoleba sejak Rabu (10 Desember 2019) lalu tidak saja menimbulkan persoalan kesulitan Embarkasi dan debarkasi penumpang dan barang dari kapal-kapal kapal Pelni, tapi kini mulai menimbulkan keresahan baru. Persoalan tumpahan minyak dari kapal mulai mencemari laut di areal Pelabuhan Lewoleba dan dikhawatirkan bakal meluas di Teluk Lewoleba. bocoran minyak dari bangkai KM Shinpo 16 mulai tampak pada Rabu (2 Januari 2020) perang.

Namun, tumpahan minyak yang mulai meresahkan masyarakat terutama masyarakat nelayan di Lewoleba itu, diklaim Kantor Unit Pengelola Pelabuhan Kelas III Lewoleba sebagai pemegang otoritas atas Pelabuhan Lewoleba bukan merupakan tumpahan minyqk dari tangki bahan bakar. Melainkan, minyak yang tampak merupakan sisa-sisa minyak pembuangan yang terdapat di got, yang baru keluar saat air memasuki ruang hampa udara itu.

Kepala Kantor Unit Pengelola Pelabuhan Kelas III Lewoleba Bambang Arifin Atu

 

“Yang mereka lihat ada gelembung hitam yang naik, sebenarnya itu adalah sisa-sisa minyam bekas yang masih tersisa di got yang baru keluar saat ruang udara itu terisi air,” terang Kepala Kantor unit Pengelola Pelabuhan Kelas III Lewoleba Bambang Arifin Atu kepada Lembatanews.com, Jumat (3 Januari 2020).

Ditegaskannya, minyak yang tampak bukan bahan bakarjenis solar dari tangki bahan bakar kM Shinpo 1memastikan ittangku karena Ia memastikan tumpahan itu bukan solar dari tangki bahan bakar kapal karena seluruh lubang tangki bahan bakar di ruang mesin sudah ditutup dalam penyelaman yang dilakukan beberapa waktu lalu.

Sehingga minyak yang keluar itu hanya saat ruang udara itu terisi air. Setelah itu sudah tidak ada lagi minyak yang keluar.

“Jadi yang muncul ini bukan solar karena semua tangki sudah ditutup saat dilakukan penyelaman.  Oli juga cuma dua tempat, yakni di carrel dan di gir box,” kata Bambang.

Ditanya soal rencana peminjaman oil bomb milik Pertamina, Bambang menjelaskan bahwa dalam komunikasinya dengan pihak perusahaan pemilik KM Shinpo 16, mereka telah memberikan jawaban bahwa perusahan sudah mengirim satu orang petugas dan oil bomb dari Surabaya ke Lewoleba.

Ia berharap, oil bomb bisa secepatnya tiba dan dalam waktu dekat sudah bisa dipasangi di sekitar lokasi kapal tersebut tenggelam untuk mengantisipasi luberan minyak dari tangki bahan bakar..

Sedangkan untuk kegiatan evakuasi bangkai kapal, Bambang menjelaskan bahwa saat ini juga tim evakuasi sedang menggeser perlengkapan dan peralatan evakuasi ke Lewoleba. Sehingga, diharapkan awal bulan ini sudah bisa ada aktifitas evakuasi di lapangan. (tim lembatanews.com)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *