Umat Katolik Diminta Taati Imbauan Gereja dan Pemerintah

Umat Katolik Diminta Taati Imbauan Gereja dan Pemerintah
Ilustrasi, misa online di Gereja Katedral Jakarta

 

Lembatanews.com–  Deken Lembata Romo Sinyo da Gomes menjelaskan, sebagai orang Katolik, senantiasa merujuk pada surat keputusan Uskup agar selama Pandemic Covid-19 untuk menbatasi kerumunan orang dan menangguhkan dan meniadakan kegiatan keagamaan yang melibatkan banyak orang, seperti misa dan jalan salib hingga memasuki pekan suci.

Kepada seluruh umat Katolik, lanjutnya, diminta tetap mengikuti misa dari rumah dan berdoa dan berkumpul bersama keluarga di rumah masing-masing. Termasuk selama pekan suci dan misa Paskah.

“Sebagai masyarakat, semua umat Katolik.juga harus mengikuti arahan-arahan dari pemerintah. Protokol protokol kesehatan harus ditaati dan diikuti karena sangat penting dan berguna bagi kesehatan bersama,” kata Romo Sinyo

Jadi, lanjutnya, umat Katolik se-Keuskuoan Larantuka di Dekenat Lembata tetap merujuk pada surat keputusan Uskup, tetapi juga taat kepada imbauan dari pemerintah.

Pemerintah Kabupaten Lembata telah pula mengeluarkan surat imbauan kepada pimpinan agama se-Kabupaten Lembata. Dalam surat tertanggal 7 April 2020 yang ditandatangani Bupati Lembata Eliaser Yentji Sunur diterangkan bahwa merujuk Keputusan Presiden RI Nomor 11 Tahun 2019 tentang Penetapan Kedaruratan Kesehatan Masyarakat Covid-19, Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 2020 tentang Pembatasan Sosial Berskala Besar dalam Rangka Percepatan Penanganan Covid-19, surat edaran Menteri Agama, Fatwa MUI, Keputusan Bupati tentang Penetapan Status Keadaan Tertentu Siaga Non Alam Wabah Penyakit Covid-19 di Kabupaten Lembata, surat Uskup Larantuka, Surat PGGI, maka Pemda mengeluarkan imbauan.
1. Kabupaten Lembata saat ini telah ditetapkan statusnya sebagai siaga bencana non alam wabah Covid-19 dengan potensi penularan tinggi.
2. Oleh karena itu pimpinan masing-masing agama diminta agar tidak menyelenggarakan kegiatan-kegiatan ritual keagamaan yang melibatkan pengerahan umat/jemaah untuk menghindari penularan Covid-19 bagi komunitas dan menggantikannya dengan beribadah dari rumah atau dilakukan secara virtual/online sepanjang tidak bertentangan dengan kaidah masing-masing agama mengingat eskalasi potensi penularan Covid-19 di Kabupaten Lembata berstatus potensi penularan tinggi. Organisasi keagamaan MUI Lembata, Nahdhatul Ulama (NU) Lembata, Muhammadiyah Lembata, pengurus masjid, dan seluruh umat Islam se-Kabupaten Lembata agar senantiasa mengindahkan instruksi pemerintah melalui Menteri Agama RI agar pelaksanaan ibadah di bulan Ramadhan seperti sahur on the road, buka puasa bersama di lembaga pemerintah dan swasta, solat tarawih, tilawah/tadarus Alkuran, peringatan Nuzulul Qur’an, takbir keliling, pelaksanaan solat Idul Fitri, peringatan halal’ bihalal dilakukan secara individu atau bersama keluarga inti di rumah masing-masing. Pengumpulan zakat fitrah diupayakan secara online dan proses penyalurannya sedapat mungkin menghindari kontak fisik dengan penerima zakat.
3. Pimpinan masing-masing agama diminta untuk senantiasa mengimbau kepada umatnya untuk menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, tidak mengunjungi tempat-tempat keramaian, serta melakukan perlindungan diri di rumah masing-masing sesuai protokol kesehatan yang ada.
4. Pimpinan masing-masing agama diminta untuk mengimbau umatnya agar tetap tenang, tidak panik, dan tidak mengambil keuntungan terhadap penjualan kebutuhan bahan-bahan pokok masyarakat dan barang penting lainnya dalam situasi siaga darurat ini.
5. Pimpinan masing-masing agama dan umat diminta untuk segera melaporkan. Kepada pemerintah atau fasilitas kesehatan terdekat jika terdapat tanda-tanda umat/jemaah terindikasi terpapar Covid-19 atau diketahui memiliki riwayat bepergian selama 14 hari belakangan untuk ditindaklanjuti sesuai protokol kesehatan yang ada. (tim lembatanews)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *