Untuk Perkuat RSUD Jadi Rumah Sakit Rujukan, Butuh Back Up Anggaran Rp5 Miliar

Untuk Perkuat RSUD Jadi Rumah Sakit Rujukan, Butuh Back Up Anggaran Rp5 Miliar
Pimpinan OPD dan para camat yang hadir dalam pertemuan.penanganan Covid-19 di halaman kantor Bupati Lembata, Senin, 23 Maret 2020.

 

Lembatanews.com – Untuk mempersiapkan perlengkapan medis di RSUD Lewoleba yang telah ditetapkan Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat sebagai rumah sakit rujukan Covid-19 dan kebutuhan anggaran untuk memback up penanganan Covid-19 di Kabupaten Lembata, diperlukan anggaran sebesar Rp5 miliar. Namun, alokasi anggaran saat ini  tak mencukupi sehingga akan dilakukan penyesuaian anggaran untuk memback up dana penanganan Covid-19.

Demikian dijelaskan Wakil Bupati Lembata Thomas Ola Langodai menjawab wartawan, Senin, 23 Maret 2020, usai memimpin rapat koordinasi di halaman kantor Bupati Lembata.

Ia menjelaskan, untuk menyiapkan anggaran agar bisa memback up anggaran yang dibutuhkan dalam menyiapkan sarana prasarana media di rumah sakit dan memback up dana penanganan Covid-19, maka.akan dilakukan pengurangan pada belanja-belanja yang belum terlalu urgen, untuk mulai membenahi fasilitas untuk merawat Pasien Covid-19 di RSUD Lewoleba.

Wabup juga meminta Dinkes agar menyiapkan masker yang banyak untuk para dokter dan.paramedis, juga kalau bisa para buruh pelabuhan dilengkapi dengan masker.

Wakil Bupati Lembata Thomas Ola Langodai memimpin rapat pembahasan penanganan Covid-19 didampingi Sekda Lembata Paskalis Ola Tapobali. 

 

“Pemda ambil inisiatif sediakan masker untuk buruh pelabuhan karena kalau tidak kerja barang tidak bisa bongkar dan antisipasi terjadi stagnasi ekonomi, juga sediakan alat pengukur suhu. Setiap OPD agar inisiasi pengadaan alat pengukur suhu. Ini penting untuk sehat agar bisa melayani masyarakat dengan baik,” tegas Langodai.

Sementara itu, Sekreatris Daerah Kabupaten Lembata Paskalis Ola Tapobali mengatakan, Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur menambah delapan rumah sakit rujukan untuk menangani pasien Covid-19. Salah satunya RSUD Lewoleba di Kabupaten Lembata.

Untuk percepatan penanganan Covid-19, pemerintah berencana menggunakan Dana Pembiayaan Operasional Kesehatan (POK) senilai Rp700 Juta, anggaran untuk pembangunan fisik Dinkes Kabupaten Lembata, dan Belanja Tidak terduga (BTT) senilai Rp1,7 miliar.

Dia menjelaskan, meskipun Lembata masih dinyatakan aman karena belum menjadi daerah terjangkit Covid-19, langkah antisipasi sangat sulit, sebab para medis sangat terbatas. Begitupun peralatan medisnya. Namun, pemerintah bisa reoperasi dan realokasi anggaran untuk penanganan Covid-19. Dana POK senilai Rp700 Juta untuk survelence dan pengambilan sampel, ada pula ketersediaan anggaran Rp300 Juta untuk pembanguan fisik, bisa digeser untuk belanja medis habis pakai. Sedangkan BTT masih ada sebanyak Rp1,7 miliar.

Hanya saja, dana BTT tak bisa digunakan seluruhnya karena mengantisipasi terjadinya bencana pada November-des mver mendatang

Dijelaskannya, terdapat lima.krbutuhan mendesak yang harus dipersiapkan guna melengkapi RSUD Lewoleba sebagai rumah sakit rujukaan Covid-19, antara lain, ventilator, sirene pomp dan mobile x’ray. Khusus untuk mobile x’ray, dibutuhkan dana senilai Rp2,8 miiar. Untuk kebutuhan percepatan penanganan dan pencegahan Covid-19, dibutuhkan anggaran Rp5 miliar,.

“Ada dua opsi penganggaran yang ditawarkan yakni rescedule atau sisir kembali belanja-belanja di OPD untuk ditunda sehingga dipergunakan untuk penanganan Covid-19,” jelas Tapobali.

Dikatakanbya, saat ini Bupati Lembata Eliyazer Yenjti Sunur, Direktur RSUD Lewoleba dr Bernard Yosep Beda, dan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lembata dr Lusia Chandra, kini berada di Jakarta guna berkoordinasi untuk mempersiapkan RSUD Lewoleba, sebagai salah satu Rumah sakit Rujukan Covid-19.  (tim lembatanews)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *