Wabup Langodai, “Raganya Boleh Pergi, tapi Semangatnya tetap Hidup”

Wabup Langodai, "Raganya Boleh Pergi, tapi Semangatnya tetap Hidup"
Prosesi penguburan Bupati Lembata Eliaser Yentji Sunur di Kuma Resort, Desa Waijarang, Kecamatan Nubatukan, Minggu, 18 Juli 2021. Yuni Damayanti, istri almarhum Yentji Sunur bersama anak-anak menabur bunga di atas pusara.

Lembatanews.com – Bupati Lembata Eliaser Yentji Sunur telah dikebumikan dalam upacara semi kedinasan di kediaman pribadinya Kuma Resort, Desa Waijarang, Kecamatan Nubatukan, Kabupaten Lembata pada Minggu, 18 Juli 2021. Kepergiannya meninggalkan duka mendalam bagi masyarakat, rakyat Kabupaten Lembata.

“Raganya Boleh pergi, tapi semangatnya tetap hidup di antara istri, anak-anak dan kita semua. Selamat jalan Ama Yance, sampai jumpa di surga abadi,” kata Wakil Bupati Lembata Thomas Ola Langodai dalam ungkapan kata hatinya saat menjadi pembina upacara pada upacara penguburan jenazah Eliaser Yentji Sunur, Bupati Lembata dua periode di Kuma Resort, Desa Waijarang, Kecamatan Nubatukan, Minggu, 18 Juli 2021.

Dalam sambutan yang ia beri judul “Lembata Berduka”, Wabup Thomas Ola mengatakan,
secara pribadi ia jarang memanggil beliau Bupati, dan ia selalu memanggilnya Ama.

“Jarang sekali saya memanggilnya bupati, menunjukkan kedekatan kami dua luar biasa. Dengan penuh rasa duka yang amat dalam kita semua yang hadir bersama seluruh masyarakat Lembata menyampaikan rasa duka yang mendalam, berkabung atas meninggalnya Bupati Lembata, Bupati di tanah tercinta ini. Almarhum telah berpulang ke Rahmat Allah dengan tenang pada Sabtu, 17 Juli 2021 pukul 16.15 di Rumah Sakit Siloam Kupang. Kita telah kehilangan seorang putra terbaik, seorang inovator, mengubah masalah jadi kreativitas, inovasi yang luar biasa. Seniman, pekerja tulen yang tak pernah lelah,” kata Wabup Thomas Ola.

Dulu, lanjutnya, orang tak mengenal Kuma. Dulu hamparan hutan belantara, namun ia menatanya menjadi taman bunga yang indah. “Siapa dulu yang mengenal hamparan Kuma, ini hamparan belantara, tapi belia melukisnya dengan warna-warni yang indah dipandang dari laut, darat, dan udara. Seniman pemimpin Lembata, selamat jalan”.

Dikatakannya, semua yang hadir di pemakaman dalam situasi pandemi Covid-19 dengan protokol kesehatan yang ketat untuk memberikan penghormatan terakhir dan penghargaan negara dan Pemda atas jasa dan dharma bhaktinya.

Pada masa kepemimpinannya sejak periode pertama dan periode kedua 2017-2022, almarhum gigih membuat terobosan di Lembata. Semua tahu berbagai prestasi yang diraihnya. Dengan jujur dan hati bersih, lanjutnya, harus mengakui prestasi yang ia berikan untuk Lembata dan menyadari sebagai manusia biasa dan seorang pemimpin, ia tak luput dari kekurangan.

Karenanya, ia mengajak semua warga Lembata berdoa secara khusus mohon pengampunan atas dosa dan khilafnya agar jalannya di lapangkan karena tidak ada manusia yang sempurna, semua yang berasal dari tanah dan akan kembali ke tanah.

“Kita menyaksikan betapa hebatnya Pak Yance, tapi hari ini ia kembali ke tanah. Pesan moralnya bahwa kita semua akan kembali ke tanah yang tidak mengenal jabatan,” katanya.

Kepada keluarga, ibu dan anak-anak dan anak mantu yang ditinggalkan, ia mengajak mendoakan semoga Allah memberi ketabahan dan kesabaran menerima kepergian dengan iklas. Hanya berserah dan iklas bisa lapangkan jalannya.

“Dengan memohon Rahmat dan ridho Allah, mari kita lepaskan kepergian almarhum ke Sang Khalik dan berdoa Allah menerima amal ibadahnya dan mengampuni segala dosanya,” kata Wabup Thomas Ola.

Ia juga meminta izin untuk menyampaikan isi hati, kepada almarhum selama perjalanan ini.

“Ama Yance, hamparan tanah dan samudra ini terlalu luasu tuk kita jelajahi. Kita jelajahi gunung, bukit, dan lembah. Kita arungi samudra, bersama mencari butiran gandum di darat dan tiram di laut. Kebersamaan tulus dan kayu peledamg berlayar dan di saat ini kita harus lalui waktu, waktu kita harus bangkit maju, maju untuk sesuatu yang baru yakni Lembta Baru,” katanya.

“Saat ini, kita akan berpisah tapi bukan untuk melupakanmu, tapi di tanah ini, tanah leluhur kita, kami akan meneruskan cita cita luhur membangun Lewotana, Leuauq, Ragamu boleh mati, tapi ide brilian mu takan pernah mati. Semangatmu membangun Lewotana takan permah hilang digulung gelombang. Ide brilianmu kadang tak terbaca nalar. Selamat jalan Ama Yance menuju tempat peristirahatan abadimu, saling memaafkan bila ada salah di antara kita. Jasadmu akan menjadi persembahan yang harum mewangi di tanah ini dan jiwamu mewangi adalah persembahan kepada Allah dari persekutuan keluarga Sunur, Silimalar di dunia,” kata Wabup Thomas Ola mengakhiri kata hatinya.

Muchtar Sarabiti mewakili keluarga duka mengatakan, Allah yang menciptakan manusia, Allah yang menghidupkan, Allah pulalah yang mematikan dan membangkitkan manusia untuk dimintai pertanggungjawaban atas karya dan amal perbuatannya selama hayat dikandung badan.

“Hari ini anak, saudara, bapak Eliaser Yentji Sunur tutup usia dan dimakamkan sesuai agama yang dianutnya. Apabila selama hidup dalam tingkah laku, sikap, sepak terjang kurang berkenan mohon membukakan pintu hati memaafkan atas kesalahan dan kekeliruannya agar tenang menghadap Allah,” kata Muchtar Sarabiti.

Dikatakannya, jika ada transaksi utang piutang, ia mengimbau untuk ketemu ahli waris untuk diselesaikan sesuai aturan syari’at dan UU yang berlaku.

Ia juga mengundang untuk hadir bersama keluarga mendoakan almarhum dan memberikan kekuatan bagi keluarga selama tiga hari dalam protokol kesehatan.

Hadir ikut mengantarkan Bupati Lembata Eliaser Yentji Sunur ke peristirahatan terakhir, Bupati Flores Timur Antonius Hubertus Gege Hadjon, Dandim 1624/Flotim, Kapolres Lembata AKBP Yoce Marthen, Ketua DPRD Lembata Petrus Gero, dan sejumlah anggota DPRD Lembata, pimpinan OPD lingkup Pemkab Lembata, dan keluarga.

Tampak Yuni Damayanti, istri almarhum Yentji Sunur terduduk lemah menyaksikan pemakan suami tercinta didampingi anak-anak almarhum.

Setelah dishalatkan, jenazah almarhum Bupati Lembata Eliaser Yentji Sunur dimasukkan ke tempat peristirahatannya yang terakhir. (tim lembatanews)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *