Wabup Langodai Targetkan Dalam 100 Hari kunjungi 300 Sekolah Kampanyekan stop Narkoba, Pergaulan bebas, dan Seks Bebas di Kalangan Pelajar

Wabup Langodai Targetkan Dalam 100 Hari kunjungi 300 Sekolah Kampanyekan stop Narkoba, Pergaulan bebas, dan Seks Bebas di Kalangan Pelajar
Wakil Bupati Lembata Thomas Ola Langodai saat memantau dan bertatap muka dengan para guru di SMAN 1 Lebatukan, Rabu, 18 Maret 2020.

 

Lembatanews.com – Tingginya kasus seks bebas di kalangan pelajar, narkoba yang muslim merambah para pelajar, serta kasus HIV/Aids yang mulai memapar anak sekolah semakin mengkhawatirkan. Karena itu, Wakil Bupati Lembata Thomas Ola Langodai yang sangat prihatin terhadap kondisi ini, mulai rutin turun ke sekolah-sekolah. Ia menargetkan dalam 100 hari ke depan ia bisa berkunjung ke 300 sekolah.

Hal itu disampaikan Wakil Bupati Thomas Ola Langodai saat berdiskusi dengan awak media dalam acara makan siang bersama di Pelabuhan Jeti, Rabu, 18 Maret 2020.

Dijelaskannya, hingga saat ini di Lembata telah terdapat 633 kasus HIV/Aids dan kasus terakhir menimpa seorang siswa SMA yang sudah memasuki stadium IV, termasuk juga seorang ibu hamil yang terpapar HIV/Aids.

Wabup Langodai menyalami para guru di SMAN 1 Nubatukan.

 

Menurut Wabup Langodai, jika kondisi itu tidak menjadi perhatian bersama sejak saat ini terutama.keoada anak Lembata yang saat ini duduk di bangku sekolah dari tingkat SD, SMP, dan SMA, maka dikhawatirkan 10-15 tahun mendatang anak Lembata hanya akan menjadi penonton di tanahnya sendiri mulai merasakan dampak narkoba masa lalu, pergaulan bebas masa lalu, dan seks bebas masa lalu.

Karena itu, agar pembangunan Lembata bisa sejalan dengan visi terwujudnya Lembata yang produktif dan berdaya saing, untuk kesejahteraan rakyat biasa, maka saat ini ia rutin mengunjungi sekolah-sekolah dan sudah dimulai di Ike Ape, Lebatukan dan Nubatukan. Ia menargetkan dalam sehari bisa mengunjungi tiga sekolah, s hingga dalam 100 hari ke depan, bisa menjangkau 300 sekolah.

“Saya targetkan dalam 100 hari, saya bisa mengunjungi 300 sekolah. Hanya untuk menyampaikan pesan yang satu dan sama bahwa masa depan Lembata itu ada di tangan bapa dan ibu guru pendidik. HIV/Aids sudah semakin merajalela. Kalau semua tidak tau dan kita membiarkan narkoba, seks bebas dan HIV/Aids, 5 sampai 10 tahun lagi, anak-anak kita yang saat itu sudah menjadi sarjana, mulai terpapar, maka kita sudah tidak punya generasi Lembata lagi,” tegas Wabup Langodai.

Wabup Langodai saat berdiskusi dengan wartawan media cetak, dan media online yang bertugas di Lembata, 

 

Dalam kunjungannya ke sejumlah sekolah, para guru ternyata belum tahu ada anak sekolah yang sudah narkoba, pergaulan bebas, seks bebas, dan mengunjungi situs porno. Kebanyakan para guru tidak.menyadari bahwa narkoba dan seks bebas, bahkan HIV/Aids sudah masuk hingga ke anak SMP dan SMA di Lembata.

“HIV/Aids sudah semakin merajalela. Kalau semua tidak tau dan kita lepas narkoba, seks bebas dan HIV/Aids, 5 sampai 10 tahun lagi, Lembata sudah tidak punya generasi produktif dan berdaya saing. Dengan begitu, apa yang diharapkan untuk menciptakan kesejahteraan rakyat Lembata bisa,” tegas Langodai.

Karena itu, dalam kunjungannya yang baru dilaksanakan di Lebatukan, ia meminta para guru supaya lebih banyak mengedukasi anak-anak dengan pendidikan karakter. Mata pelajaran lain seperti Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika memang penting, namun tudak.akan berarti jika tidak disertai dengan beberapa bahaya lingkungan yang sedang dihadapi.

“Kuncinya hanya satu. Dunia Pendidikan. Jadi kalau dunia Pendidikan hari ini masa bodoh dengan narkoba, masa bodoh dengan pendidikan seks, masa bodoh dengan HIV/Aids, sudah, kita biarkan masa depan generasi hancur. Generasi tanpa harapan lagi,” tandas Wabup Langodai. (tim lembatanews)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *