Walau Kerja di Musim Hujan, Kualitas Pekerjaan Jalan Tetap Jadi Prioritas

Walau Kerja di Musim Hujan, Kualitas Pekerjaan Jalan Tetap Jadi Prioritas
Manajer Proyek PT Naviri Multi Konstruksi Joko Indratno dan Manajer PT Global Lembata Deddy Arianto saat memberikan penjelasan kepada wartawan di Lewoleba, Rabu, 27 Januari 2021.

 

Lembatanews.com – Manajemen PT Naviti Multi Konstruksi dan PT Global Lembata sebagai pelaksana pengerjaan proyek jalan negara yang bersumber dari APBN berkomitmen untuk bekerja maksimal dan menjaga kualitas pekerjaan. Walaupun bekerja pada saat musim hujan, namun kedua perusahaan tetap berupaya mengerjakannya dengan baik sesuai ketentuan dan tetap menjaga kualitas jalan yang dikerjakan.

Demikian disampaikan Manajer Proyek PT Naviri Multi Konstruksi Joko Indratno dan Manajer PT Global Lembata Deddy Arianto kepada lembatanews.com, Rabu, 27 Januari 2021.

Deddy Arianto menjelaskan, dalam pelaksanaan pekerjaan saat ini, rehab minor jalan dan konstruksi jalan dalam Kota Lewoleba sudah dimulai di sepanjang Jalan Trans Lembata, sepanjang 3,3 kilometer.

Proyek yang didanai APBD sebesar Rp107 miliar itu meiputi tujuh sub bidang pekerjaan, di antaranya rekonstruksi jalan, rehab jalan, pemeliharaan rutin kondisi jembatan, holding, dan rehab minor jalan.

“Khusus konstruksi jalan dalam Kota Lewoleba akan dilakukan sampai Bulan Februari 2021. Kita kerjakan dari depan gedung Perpustakaan sampai di depan SMP Santer (Santa Theresia),” terang Deddy.

Dikatakannya, meski bekerja dalam kondisi hujan saat ini, pihaknya tetap menjamin akan bekerja secara baik demi menjamin kualitas jalan yang baik.

Sedangkan rekonstruksi ruas jalan dari Lewolein, Kecamatan Lebatukan sampai Balauring, Kecamatan Omesuri sepanjang 21 km, saat ini juga sudah dalam proses pengerjaan dan dikerjakan hingga 16 Mei 2022.

Untuk ruas jalan Lewolein-Balauting, lanjutnya, ruas jalannya akan diperlebar hingga 13,5 meter dari kondisi sekarang yang hanya tujuh meter. Kini, sedang dilakukan galian batu, pelebaran sisi kqnan jalan.

“Konstruksinya setelah dilebarkan agregat B, lalu agregat A dan hotmix. Jadi kita tidak lepas, kita kerja sekali langsung selesai,” tambah Deddy.

Setelah dihotmix, terangnya, akan dilakukan pengerjaan rabat pada sisi kiri dan kanan bahu jalan, terutama di tanjakan dan turunan dari Lewolein hingga Wailolong.

Tentunya, kata Deddy, dalam pelaksanaan pekerjaan ini akan sangat mengganggu para pengguna jalan. Karenanya, ia mengharapkan agar kondisi itu dapat dimaklumi.

Manajer Proyek PT Naviri Multi Multi Konstruksi Joko Indratno menambahkan, perusahaan PT Nabiri dan PT Global Lembata, KSO bekerja sama dalam mengerjakan proyek jalan negara dimaksud.

Pihaknya juga menjamin, pekerjaan akan tetap mempertahankan kualitas walau dikerjakan dalam musim hujan.

“Kita akan selalu pantau. Kalau i tenaitas hujan tinggi pasti kita hentikan dulu. Kalau aspal sudah di lapangan dan masih hujan, maka kita akan tetap tunggu sampai hujan reda baru dilakukan pekerjaan,” tegas Joko.

Dia menjelaskan, suhu aspal dari AMP 160 derajat dan mengalami penurunan satu derajat setiap satu jam. Jarak tempuh dari AMP ke lokasi pekerjaan lebih kurang 15 menit, sehingga suhu aspal masih bagus sampai di lokasi.

Jika hujan dan pekerjaan dihentikan beberapa jam, terangnya, suhu aspal masih tetap dipertahankan apalagi ditutup terpal sehingga suhunya masih tetap terjaga

“Karena kalau saat suhu turun akan sulit dipadatkan aspalnya,” terang Joko.

Sehingga, pekerjaan akan tetap terjaga kualitasnya, apalagi dalam pelaksanaan selalu diawasi konsultan pengawas dan setiap tahapan pekerjaan selalu dilakukan pengujian kualitas dan ketebalan hotmix. (tim lembatanews)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *