Walau Nyatakan Mundur, Sesuai SK Wakong Tetap Ketua Pansus

Walau Nyatakan Mundur, Sesuai SK Wakong Tetap Ketua Pansus
Rusliudin Ismail, Ketua Pansus Pembahasan Permasalahan Pembangunan Kantor Camat Buyasuri

 

Lembatanews.com – Ketua Panitia Khusus (Pansus) Pembahasan Permasalahan Pembangunan Kantor Camat Buyasuri Rusliyudin Ismail yang akrab disapa Wakong menyatakan mundur dari ketua pansus dalam rapat paripurna Senin, 29 September 2020. Wakong mundur karena menilai Ketua DPRD Lembata melemahkan kerja-kerja Pansus. Walau telah menyatakan diri mundur, namun karena sudah ditetapkan melalui SK Ketua DPRD Lembata.

Demikian dikatakan anggota Pansus Paulus Makarius Dolu menjawab media ini, Jumat, 2 Oktober 2020.

Menurut Paul Dolu, walau sudah menyatakan mundur dari Ketua Pansus, namun sepanjn tidak ada perubahan SK Pansus, maka Pansus tetap bekerja sesuai SK Pansus.

“Beliau (Wakong) itu utusan partai yang ada di gabungan fraksi di DPRD Lembata..Fraksi sudah final mengutus beliau ke Pansus. Dan dalam SK Pansus, belliau sebagai Ketua Pansus. Beliau menyampaikan pengundurannya diri dari Ketua Pansus dalam Paripurna tidak dapat serta merta dijadikan sebagai dasar untuk dasar revisi SK pimpinan. Beliau tetap ketua Pansus,” tegas Paul Dolu.

Paul Dolu bahkan menduga, langkah pengunduran diri Wakong dari Ketua Pansus untuk melihat apakah pihak kejaksasn tetap memproses kasus dugaan penyelewengan keuangan desa saat ia menjabat kepala Desa Balauring itu atau tidak. Jika ternyata proses hukumnya terhenti maka dapat ia (Wakong) simpulkan bahwa proses hukum yang dia alami itu ada muatan politisnya.

“Ini beliau menguji pihak kejaksaan yang menerima mandat dari Pemda. Inikan ujian buat kejaksaan. Jika hentikan proses maka terbukti bahwa ini proses di kejaksaan itu sangat kental dengan posisi beliau sebagai Ketua Pansus. Jika proses jalan terus maka memang itu soal ada tetapi selama ini belum diproses mingkin ada kesepakan dengan pihak Inspektorat terkait kesediaan mengembalikan dalam batas waktu yang ditentukan,” tandas Paul Dolu.

Sebelumnya, Rusliudin Ismail menjelaskan, alasannya mengundurkan diri dari ketua Pansus karena dia menilai Ketua DPRD Lembata tidak bertindak kooperatif. Ia kecewa dan menganggap bahwa terkesan Ketua DPRD Lembata Petrus Gero melemahkan kerja-kerja Pansus.

Sebagai pimpinan pansus, ia sudah dua kali mengajukan nota pertimbangan melalui Ketua DPRD Lembata perihal permintaan dokumen-dokumen proyek mangkrak kantor Camat Buyasuri kepada pemerintah daerah. Sayangnya, tidak ada respons dari ketua DPRD.

Pengajuan nota pertimbangan itu dilakukan pada tanggal 14 dan 16 September 2020. Permintaan dokumen yang dimiliki pemerintah daerah (lintas lembaga), harus melalui ketua Dewan selaku pimpinan lembaga.

“Saya mengundurkan diri dari (posisi) ketua (pansus), tapi tetap anggota. Karena ini tanggung jawab moril juga,”tegas Wakong.

Anggota Dewan dari PKS ini menjelaskan, dalam rapat paripurna Selasa lalu, ia secara terbuka sudah meminta penjelasan kepada Ketua DPRD Lembata. Namun tidak ditanggapi ketua Dewan.

Sementara itu, Ketua DPRD Lembata Petrus Gero tegas membantah kalau dirinya tidak kooperatif apalagi dituding melemahkan kinerja Pansus.

Menurutnyq, pengunduran diri Wakong sebagai Ketua Pansus pun tidaklah tepat. Seharusnya dibicarakan di internal Pansus karena ketua dipilih oleh anggota Pansus.

Selaku pimpinan Dewan,, ia selalu memberi dukungan terhadap kerja-kerja Pansus mulai dari pembentuka hingga menerbitkan SK Pansus.

Apalagi, saat pembentukan Pansus, ia sudah menyampaikan bahwa segala urusan Pansus langsung berkoordinasi dengan Wakil Ketua Dewan Begu Ibrahim.

“Mereka minta untuk diberikan rekomendasi pergi ke kantor camat dan sudah juga. Sudah melaksanakan tugas. Kemudian minta dokumen, ya sudah juga. Sudah dikirim ke pemerintah,” kata Petrus Gero.

Terkait pengunduran diri Wakong, Petrus Gero menjelaskan, pernyataan lisan Wakong mengundurkan diri dari ketua Pansus masih belum final. Sebab, harus dibicarakan dulu di internal Pansus.

“Itu dia menyatakan aspirasi dia, niat dia. Tidak bisa dia omong (undur diri) lalu saya langsung ketuk palu setuju. Itu tidak bisa. Harus dengar internal Pansus,” tandas Petrus Gero. (poskupang.com/lembatanews)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *